Sudah di tahun ke sekian. Nalta memintaku duduk manis di teras. Menunggu kedatangannya. Melihat gigi gingsulnya kalau tersenyum, manis!
Pada secarik kertas kutulis pelan namanya: Nalta Yarof. "KUMERINDUKANMU." Mungkin jika ajal menjemputku, ia mendapati kertas ini dari saku dadaku, tepat di jantung.
Jika ia benar-benar datang. Dan memungut kertas ini. Kalau memang ia cintaiku, ia akan menyusulku. Ke tempat ajalku.
Surabaya, Desember 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar